Assalamualaikum ,
Mengawali september dengan menulis blog tentang Hijab. Kali ini gue akan bercerita bagaimana proses berhijabku. Gue baru memakai hijab setelah lebaran di tahun 2010 (antara 2009 atau 2010,gue lupa ^,^).
Kita flasback dulu ya. Gue dulu adalah remaja pada umumnya ngga alim dan ngga brutal juga malah lebih terkesan flat. Melalui masa remaja gue yangbiasa biasa aja. Berangkat sekolah pun ya niatnya buat belajar dan jam waktunya pulang, ya pulang ngga pake acara ngelayap ngelayap ato mampir sana sini yang biasa anak remaja sekarang lakukan.
Masa SD, masa yang bakal gue ulang. Masa SD gue terbilang seru (menurut gue) karna gue punya banyak temen saat itu, gue akrab sama temen cewe dan cowo.
Ke masa SMP, disinilah masa dimana gue ngga bergaul sama temen seangkatan. Gue yang ngga punya temen banyak, ngga asik dan menyedihkan untuk di ingat.
Lanjut ke masa SMA, lulus SMP gue memutuskan untuk masuk SMK jurusan Busana. Walaupun gue ngga menemukan passion gue, tapi masa ini terbilang lumayan lah. Soal penampilan, gue terbilang aga tomboy, tapi ngga parah parah banget, mulai dari ikut eskul basket, sampe potong rambut gaya skin, itu loh yang di cukur abis bagian belakang aja, jadi kalo rambut di kuncir itu botaknya baru keliatan. Dan itu membuat gue di tegur sama guru heheh. soal penampilan kaya gini, ada banyak di kelas salah satunya temen deket gue, namanya Siti Shohaebah panggilannya ebon or bone. Kita tuh kaya kembaran, penampilan sama, pendeknya sama, itemnya sama, tapi lebih pinter dia daripada gue hehehe. hingga akhirnya kita lulus, semua temen deket gue menghilang. T_T
Lulus SMK, gue melanjutkan sekolah di salah satu yayasan terkenal di dunia garment, namanya IGTC (International Garment Training Center) terletak di daerah sentul bogor. Saat itu penampilan gue makin tomboy, potongan rambut yang menyerupai laki laki dan gaya busana pun menyerupai laki laki, sepatu, jeans dan t-shirt casual. Jangankan pake dress, skirt aja gue ngga ada. Hampir setaun gue belajar disana, hingga akhirnya gue kerja di daerah Jakarta Utara sebagai pattern maker atau pembuat pola baju. seharusnya itu membuat gue jadi makin fashionista ya, tapi ini ngga, gue masih dengan style gue lagi jaman di IGTC dulu.
Menginjak taun ke dua di jakarta, gue pun akhirnya memutuskan untuk berhijab. saat itu hijab gue masih sekedar menutup rambut tanpa menutup dada. Karna lingkungan sekitar lah yang membuat gue akhirnya tersadar, dan men support gue untuk berhijab. Terima kasih Pak'de Sugeng, beliau berperan dalam hal ini, memberikan pencerahan dan dukungan buat gue berhijab.
Taun berganti taun, gue merasa menjadi manusia yang merugi. Bagaimana tidak, sudah lama berhijab tapi gue merasa gue ngga naek naek kelas. Artinya begini, seharusnya gue bisa lebih memperbaiki hijab gue tapi gue malah stuck di level yang sama seperti awal gue memakai hijab. Akhirnya, gue memutuskan membuat suatu perubahan,keluar dari tempat kerja gue di jakarta, gue pindah ke Bogor. Dan menempati tempat kerja yang disitulah awal gue melakukan perubahan, Gue mulai meninggalkan jeans kebanggaan.. Gue memutuskan untuk memakai rok setiap kerja, ya walaupun sesekali gue sempet memakai celana. tapi alhamdulillah sekarang untuk bekerja, gue sudah mulai konsisten memakai rok.
Menginjak taun ke 2, gue kembali di rundung rasa yang sangat merugi. Apa hanya ini perubahan gue? kamu bisa lebih cie, batin gue saat itu galau. Gue teringat kalimat yang kaka gue bilang, dia bilang begini " gue sedih ih, kenapa gue ngga bisa naek ke level selanjutnya." gue masih ngga ngerti saat itu. Dan kaka gue pun menjabarkan seperti ini. Temen gue saat itu memutuskan memakai hijab, bukankah itu suatu perubahan besar dalam hidupnya, sedangkan gue yang udah make hijab, ngga buat perubahan besar, malah cenderung flat.
Gue merenung, bener juga ya. Saat itu gue teringat kalimat " berlomba lombalah dalam berbuat kebaikan".akhirnya gue memutuskan buat berhijab syar'i. Perlahan lahan gue mulai memanjangkan hijab gue hingga menutup dada. Saat itu gue hanya berfikir, gue pengen naek kelas, gue pengen naek level dan ikut membuat perubahan dalam hidup gue. Dengan support dari temen gue dan sempet mengikuti seminar seminar islami, gue makin bertekat buat hijab syar'i.
Alhamdulillah, Allah kasih gue kemudahan. Tanpa tentangan dari pihak keluarga, tanpa tatapan aneh dari tempat lingkungan kerja. Sepertinya Allah kasih kemudahan buat gue berhijab Syar'i. Walaupun tak ada pujian dari sesama manusia, gue yakin allah yang akan memujiku dengan memberikan aku pahala dan hidayah. Karna dari dulu gue memang ngga suka memakai baju yang minimalis jadi bukan hal yang sulit untuk memakai pakaian maksimalis. Dan saat memakai rok pun, seperti tak ada hal yang sulit dilakukan,semua mudah seperti biasa aku memakai celana. ALLAH memberikan kemudahan, alhamdulillah terima kasih ya ALLAH...
Gue akui, saat memutuskan berhijab syar'i. ngga sedikit gangguan menyertai gue. Mulai dari hati yang sepertinya berontak, hingga tergoda pada pakaian yang lagi ngetren namun tidak sesuai syariat islam, berbagai macam hijab yang mengundang selera buat memakainya,, namun itu semua adalah tantangan buat gue, bagaimana gue bisa mengatasi itu semua. Menahan diri memakai baju yang ingin dipakai tapi tak layak dipakai itu susah sekali. Sampai saat ini pun masih belajar menahan godaan itu.
kalo dari kalian ada yang berfikir, berhijab syar'i nanti ngga laku laku, gue juga sempat berfikir seperti itu. Mana ada yang mau sama gue nanti? itu pernah menjadi topik kegalauan gue. Tapi itu gue buang jauh jauh, karna sekarang cita cita gue adalah menjadi wanita muslimah yang baik dan benar.
Jadi buat kalian yang takut akan hal itu, buang jauh2. karna insya allah itu ngga akan terjadi. Semua butuh proses. Doakan ya supaya makin istiqomah. .Dan buat kalian yang sedang proses menuju itu, gue doain semoga ALLAH lancarkan segala sesuatunya.
Yuk sama sama berjalan di jalan ALLAH, semoga ALLAH tinggikan derajat kita dan menjadikan kita wanita yang paling bahagian di dunia dan akhirat kelak. Surga itu mahal kawan, dengan belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik, insya allah ALLAH akan gratiskan surga buat kita, amiin.
sebelum mengakhiri, mari sama2 berdoa buat kita dan para muslimah di seluruh dunia serta mendoakan kedua orang tua kita dan juga keluarga dan teman agar diampuni dosa dosa kita dan diberikan keberkahan oleh ALLAH SWT. amiin
gue pamit, wassalamualaikum.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar